Menipu Ratusan Juta
Saya ingin sedikit cerita mengenai penipuan yang belakangan saya alami. Penipuan ini dilakukan oleh teman lama saya (Dennis Adriansyah Ramadhan, 28 Tahun) dengan modus investasi atas nama suatu perusahaan. Dennis adalah alumni dari SMAN 28 Jakarta dan Teknik Mesin 2009. Siapa yang sangka, teman lama yang merupakan alumni dari sekolah juga perguruan tinggi ternama bisa melakukan penipuan? Tapi itulah yang telah dilakukan Dennis. Dennis melakukan penipuan kepada sejumlah teman lamanya dengan menawarkan investasi atas nama perusahaan tertentu. Kerugian yang dialami korban-korbannya mencapai ratusan juta rupiah.
Kejadian ini saya alami sekitar bulan September – Oktober 2020. Dennis menawarkan investasi pengadaan barang atas nama PT. Bukaka Inti Aircon. Ia mengaku sebagai project manager di PT Bukaka Inti Aircon dan mengajak saya untuk berinvestasi di perusahaannya. Untuk meyakinkan saya, Dennis sengaja mengajak bertemu langsung untuk menjelaskan investasi yang dimaksud (berupa pengadaan barang). Dennis menunjukkan KTP, SIM, dan kartu nama atas perusahaan yang dimaksud. Dennis juga mempersilahkan saya untuk mem-foto semua identitasnya, bahkan mengajak untuk berfoto bersama dengan kartu namanya.

Chat awal Dennis melalui Facebook 
Dennis Adriansyah Ramadhan menggunakan kartu nama perusahaan untuk meyakinkan korban
Sementara, saat Dennis menghilang selama kurang lebih satu minggu setelah dikonfrontasi mengenai penipuan ini, saya mencoba menghubungi PT. Bukaka Inti Aircon. Informasi yang saya dapatkan dari perusahaan tersebut adalah Dennis sudah tidak lagi bekerja disana, terhitung Agustus 2020. Dan ternyata, PT Bukaka juga menerima laporan serupa dari korban lainnya. Sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut, mereka pun mengeluarkan surat terbuka sebagai klarifikasi bahwa PT Bukaka Inti Aircon tidak pernah menawarkan investasi pengadaan barang ataupun investasi kepada publik. Jelas bahwa apa yang dilakukan Dennis adalah penipuan.
Mungkin diantara teman-teman sudah mengetahui bahwa ada korban yang kehilangan uang hingga 1M. Hal tersebut bukan hanya cerita dari mulut kemulut, tapi memang seperti itu kenyataannya. Dan saat ini, jika ditotal dengan tiga korban lain (yang berhasil saya hubungi), jumlah uang kami yang dibawa lari oleh Dennis mencapai 968 Juta Rupiah. Haruskah saya menyimpan informasi ini untuk diri saya pribadi, sementara Dennis di luar sana bisa dengan tenang menjalani hidup, sebisa mungkin menghilang dari para korbannya, dan yang paling tidak bisa diterima hingga saat ini Dennis masih terus berusaha menawarkan investasi yang ternyata hanyalah modus penipuan. Saya ingin agar teman-teman aware dan berhati-hati dengan nama Dennis Ardiansyah Ramadhan. Saya berharap dengan blog ini, teman-teman dapat membantu mempersempit ruang gerak Dennis untuk menipu lagi.
Seperti kita tahu, untuk mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan atau menentukan partner berbisnis, kita harus melakukan background check, dan mencari tahu reputasi kandidat kita bukan? Sayang sekali, hal itu memang belum saya lakukan ketika saya berhadapan dengan Dennis di masa lalu. Namun, dengan adanya informasi ini, paling tidak hal buruk itu hanya terjadi sampai di keluarga saya, dan tidak berlanjut merugikan pihak lain.
Dalam kasus penipuan ada banyak respon saat korban bercerita. Dari banyaknya respon kepedulian yang muncul, masih ada diantaranya yang melihat kasus ini semata sebagai kesalahan korban karena mudah percaya dan lain sebagainya. Melalui blog ini, saya ingin mengajak untuk kita bisa melihat hal yang lebih besar dari pemikiran tersebut. Ada hal yang lebih penting dan perlu disoroti, yaitu pelaku penipuannya.
Saya merasa tergerak untuk membuat blog ini ketika mengetahui penipuan yang dilakukan Dennis sudah dialami banyak teman-teman alumni dari tahun 2016 dan jumlah kerugian yang dialami korban mencapai ratusan juta hingga 1M. Tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk menghentikan Dennis. Namun, dengan adanya blog ini saya benar-benar berharap Dennis tidak bisa menargetkan teman-temannya lagi sebagai korban selanjutnya. Teman-teman alumni, juga orang lain di luar sana bukan ladang bagi Dennis untuk mendapatkan uang dengan cara menipu.
Mengapa jumlah kerugian korban bisa mencapai ratusan juta rupiah?
Uang tersebut bukanlah jumlah uang yang dikeluarkan korban sebagai modal untuk investasi, melainkan total dari uang yang diminta oleh Dennis kepada para korbannya. Dennis menciptakan berbagai cerita yang mengondisikan uang modal korban tidak bisa dikembalikan. Dennis terus menerus mengatakan butuh ditransfer sejumlah uang dengan menjanjikan uang modal korban bisa dikembalikan.
Dalam melakukan hal ini, Dennis banyak melibatkan peran-peran lain seperti admin (Anna Karina), petugas polisi (Tri Zaidi), petugas Ditjen Pajak (Frans Sitorus), auditor EY (Sarah Sapalli), dsb. Sebagai admin, Anna Karina berkomunikasi dengan para korban melalui whatsapp. Sementara peran lainnya, akan menghubungi melalui email. Peran-peran tersebut membantu Dennis untuk meyakinkan korban agar bersedia mentransfer sejumlah uang kepada Dennis. Cara yang dilakukan adalah dengan menakut-nakuti atau membujuk korban untuk mengikuti “drama” settingan Dennis, sehingga korban setuju untuk mentransfer sejumlah uang. Dennis bersama peran-peran tersebut membuat cerita untuk menekan para korbannya. Mereka menyatakan bahwa modal ataupun profit dari investasi tidak akan bisa dicairkan jika tidak mentransfer sejumlah uang ke rekening Dennis.
Kemungkinan, petugas polisi, petugas Ditjen Pajak, dan auditor EY yang menghubungi saya ini adalah fiktif. Semua nama tersebut kemungkinan bukan nama asli karena tidak bisa ditemukan di manapun di internet (google, Linkedin, Facebook, Twitter, dan Instagram). Selain karena data diri yang sama sekali tidak bisa ditemukan di internet, mereka selalu mengirimkan email melalui email pribadi (gmail), bukan melalui email institusi. Di kemudian hari saya juga mencoba mengirim email kepada mereka, namun ternyata email mereka sudah tidak aktif lagi.
Dennis sangat manipulatif. Ia menggunakan berbagai cara untuk mendapat kepercayaan dari para korbannya. Selain membuat drama dan peran-peran settingan, Dennis juga berbohong dengan mengatakan bahwa kenalan kami (teman satu angkatan) juga berinvestasi dengan jumlah besar melalui Dennis. Padahal, setelah saya tanyakan hal ini langsung pada orang ybs (BY), dia tidak tahu menahu soal investasi ini dan sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Dennis. Saat kejadian itu, Dennis pun masih berupaya membohongi saya dengan mengirimkan screenshot chat palsu antara dirinya dan BY.
Cara lain yang digunakan Dennis untuk mendapatkan uang korban adalah dengan mengatasnamakan pertemanan untuk meminta tolong kepada korbannya. Hal ini juga saya alami saat Dennis meminta saya untuk mentransfer sejumlah uang dengan alasan jika dia tidak menyelesaikan project ini, dia akan dikenakan pinalti sebesar 70 juta rupiah. Karena itu sebagai teman, dia meminta bantuan agar dirinya tidak terkena pinalti.
Dennis terus menekankan bahwa dirinya bisa dipercaya dan meminta saya untuk mempercayainya mengurus segala ‘’masalah’’ yang ada dalam investasi ini. Berulang kali dia mengatakan bahwa sebagai teman ia hanya ingin memberi yang terbaik untuk saya. Dennis berhasil membujuk saya untuk terus mengirimkan uang dengan tujuan mengamankan modal dan asset saya.
Di lain waktu, Dennis dan peran-peran settingan-nya menjalankan drama bahwa seluruh investor melakukan cancel investasi. Dengan melakukan cancel ini, dikatakan bahwa seluruh modal dan uang yang telah ditransfer untuk ‘’membantu’’ Dennis akan dikembalikan kepada korban. Namun, agar bisa di cancel, korban harus membayar pinalti yang dikatakan beragam besarnya (saya disyaratkan membayar pinalti 60 juta rupiah). Padahal, dalam perjanjian investasi yang dibuat sebelumnya, tidak disebutkan mengenai cancel investasi akan mengakibatkan pinalti sejumlah 60 juta rupiah. Dari sini saya menyadari bahwa Dennis telah melakukan pemerasan kepada saya, juga para korban lainnya.
Setelah diketahui menipu, Dennis menghilang dan mem-block saya, juga para korban lainnya di berbagai social media & whatsapp. Hingga saat ini, Dennis tidak bisa kami hubungi.
Usaha apa saja yang sudah dilakukan oleh para korbannya?
Saya mencoba untuk mencari tahu keberadaan Dennis dengan menghubungi beberapa teman. Dari situ, saya terhubung dengan 3 korban lainnya. Saya pikir, saya adalah satu-satunya korban dari penipuan Dennis, ternyata tidak. Ada banyak korban lainnya. Dari situ pun saya tahu bahwa ini bukan tahun pertama Dennis melakukan penipuan.
Mungkin dari teman-teman yang membaca blog ini bertanya-tanya, mengapa kasus seperti ini tidak dilaporkan ke polisi? Jawabannya, sudah dilaporkan oleh beberapa korban lainnya. Sayangnya, proses hukum masih terhambat. Selain itu, tidak semua korban bisa melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib, karena banyak diantara mereka yang masih terus berusaha untuk mendapatkan kembali uang mereka (karena itu, mereka tidak melaporkan Dennis secara pidana). Dari yang saya ketahui, ada diantara mereka yang dijanjikan dengan jumlah cicilan tertentu, ada juga yang sudah dikembalikan penuh setelah terus dikejar untuk mengembalikan uang mereka.
Ini adalah surat bukti lapor dan pengaduan kepada pihak berwajib yang pernah dilakukan oleh 2 korban lainnya.
Penipuan atau Hutang Piutang?
Uang investasi yang tidak pernah dikembalikan bisa saja disebut sebagai hutang. Tapi bagaimana jika orang tersebut berbohong dengan mengatasnamakan suatu perusahaan (dimana perusahaan tsb sama sekali tidak pernah menawarkan investasi apapun kepada publik). Apakah hal ini hanya akan dilihat sebagai kasus hutang-piutang? Dennis tahu persis ada teman-teman yang meminta bantuan ke orang tua mereka, keluarga, bahkan menggunakan uang alm. orang tua mereka untuk mentransfer uang ke rekening Dennis. Tujuannya hanya untuk memperoleh kembali uang yang sudah mereka transfer, sesuai dengan yang dijanjikan Dennis. Saat salah satu korban mengatakan sudah tidak punya uang untuk mentransfer, Dennis justru mengarahkan korban untuk mengajukan pinjaman. Saya benar-benar tidak habis pikir apa yang sedang dijalankan Dennis dalam hidupnya? Haruskah menjalani hidup seburuk ini di usia yang masih sangat muda? 28 tahun menipu hingga milyaran.
Mungkin diantara teman-teman yang membaca blog ini sudah pernah mengetahui berita ini sebelumnya dan berharap Dennis sudah berhenti melakukan hal ini atau tidak ada teman lainnya yang tertipu lagi oleh Dennis. Sayangnya, tidak semua mengetahui hal ini. Saya menerima banyak dm dari teman-teman alumni yang ternyata juga pernah ditawarkan investasi oleh Dennis. Saya pribadi turut merasa senang jika mereka tidak menerima tawaran Dennis, Alhamdulillah. Namun dari sini bisa disimpulkan bahwa Dennis memang masih terus berusaha mendekati teman-teman lamanya untuk ditargetkan sebagai “investor”.
Kami, para korban masih mengharapkan itikad baik dari Dennis untuk menyelesaikan masalah ini, tapi di luar itu, jujur kami muak dan resah karena tahu sampai saat ini Dennis masih terus menipu. Terkait dengan Dennis yang menghilang dan tidak ada itikad untuk menyelesaikan masalah, kami pun mencoba untuk menghubungi pihak keluarga. Beberapa korban lain pernah bertemu langsung dengan orang tua Dennis. Sementara, saya pribadi mencoba menghubungi orang tua Dennis melalui whatsapp.
Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada Dennis agar segera bertaubat.
Terima kasih sudah membaca blog ini. Mohon bantu sebarkan. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan bagi kita semua, Amin Ya Rabbal alamin.

katanya, ngga sopan 🙂 (???) 


Selain blog ini, korban lain yang mengalami modus serupa dengan saya juga berusaha menyebarkan informasi mengenai penipuan ini melalui facebook










Bisa saya dapatkan no korbannya denis, saya ada beberapa2 info yang bisa saya bagi,
LikeLike
Halo, saya salah satu admin website. Bisa kita lanjutkan ini di email Pak? Email kami dennis.tm2009@gmail.com
LikeLike
Hai… aku juga salah satu korban penipuan dari orang ini, tapi tidak separah yang lainnya, semoga akan ada titik terang untuk kalian ya.
LikeLike
Admin dan pembaca yang terhormat
Mohon berhati – hati dengan teman – teman baik Dennis berinisial NOP (alias V), ML, dan MRP (alias B)
Mereka diduga bersekongkol menutupi jejak Dennis ketika ditanyai keterangan. V mengaku pernah ditipu oleh Dennis namun begitu ditanyai lebih jauh dia malah memblokir saya di sosmed. Mohon tidak berbagi informasi kritis dengan ketiga nama ini
LikeLike
Info terakhir, dennis bekerja di kantor out sourching dan akhirnya keluar karna masalah yang sama. Menipu karyawan didalamnya dengan embel-embel proyek palsu. Total kerugian di angka 300 jt ++
Dennis ini menggunakan rekening kantor untuk transaksi menerima dana dari korban.
Fyi, saat ini dennis hanya punya 1 rekening dari bank CI*B Nia*a, bank lain sudah banyak yang di blokir.
LikeLike
Makasih ya infonya. Ternyata belum kapok dan masih berkeliaran dia ya.
LikeLike
Dennis Bekerja di Metro Indah Mall Bandung,,jika ingin mencari langsung saja ke sana,,dan hubungi saja PT Metroperdana Trade Center,,mereka mempekerjakan penipu tersebut.
LikeLiked by 1 person
Makasih infonya Mas! Semoga bisa membantu yang baca di sini.
LikeLike
Dennis sudah mengundurkan diri dari Mall tersebut beberapa hari yang lalu ternyata.
LikeLike
gua kira lu tobat den.. 2024 lu berulah lagi.. semoga hidup lu gak tenang
LikeLike
Gua kira lu sudah tobat den… 2024 lu masih berulah lagi
Semoga hidup lu tidak tenang !
LikeLike
halo kak kira2 laporan ke polisi sudah ada yang di proses blm ya? Temen saya salah satu korban juga
LikeLike
Halo. Saya kurang tahu sekarang gimana atau di mana si monyet ini. Terakhir di Bandung korban-korban menangkap dia bukan lewat jalur polisi. Tapi dia pernah ditangkap polisi sebelumnya. Kalau berkenan, boleh kirim email ke kami? Mungkin ada yang bisa saya bagikan di sana.
LikeLike
Di tangkep ? Tapi kok bisa nipu lagi bro ? Ada penjamin dong ?
LikeLike