Penipuan tahun 2016

Tulisan ini adalah cerita pribadi seorang korban Dennis yang penipuannya terjadi pada tahun 2016

September 2016

Awal mula saya bertemu dennis di daerah senayan secara kebetulan menghadiri acara yang sama. Sejak itu kami keep contact hingga dia kemudian meminjam uang untuk kepentingan pribadi dan mengajak saya bertemu di kantornya saat itu (Alamanda Tower Simatupang). Setelah lunas ia menawarkan saya untuk bermitra bisnis dengan kantornya (Pt. S****M) disertai surat perjanjian, dan saya mengirimkan uang sekian juta sebagai modal awal beserta pajak, yang kemudian disetor lewat 2 rekening bank berbeda.

Oktober 2016

Pengembalian uang macet setelah berjalan lancar selama beberapa hari, Dennis kerap menunda atau malah meminta kembali uang yang telah ditransfer dengan alasan menghindari audit internal. Tak lama saya dihubungi Mr.B yang mengaku manajer proyek terpisah menawarkan diri untuk “menyelamatkan” investasi saya ke proyek yang ia pegang atas permintaan Dennis. Saya diminta mengeluarkan modal lebih banyak ditambah “jatah”pegawai pajak. Dennis memberitahu bahwa saya tidak dapat mengundurkan diri atau kami berdua terancam diaudit (seluruh aktivitas masuk “grey area” berdasarkan penjelasan Dennis).

November 2016

Pengunduran pemindahan modal ditangani seorang pegawai legal berinisial I yang meminta saya menyerahkan BPKB motor (kini telah kembali ditangan saya) untuk pengurusan kendaraan hibah dari kantor. Saya juga menyerahkan 3 kartu ATM dengan alasan untuk verifikasi oleh Mr.B, saya titipkan ke Dennis. Saya juga memberi nomor pin atas permintaan Mr.B dan hanya beliau yang saya beritahu (ketiga rekening tersebut telah kembali di tangan saya saat ini, kecuali satu bank telah berhenti beroperasi di Indo).

Desember 2016

Dennis beserta Mr.B dan Pak I memaksa saya mengikuti pertemuan shareholder di Jepang dan harus menyerahkan sejumlah uang. Saya diancam diblacklist dari PT bila tidak mengikuti. Kondisi semakin runyam mendengar kabar dari Mr.B bahwa SKK Migas menskors program investasi saya dan saya dipersulit menarik modal yang telah saya tanam, estimasi sebesar 160 juta rupiah. Disaat yang sama Dennis memblokir saya di WA dan Line, dan Mr.B juga tidak lagi memberi kabar.

Januari 2017

Saya beserta seorang anggota keluarga mengkonfrontir Dennis di Alamanda Tower, dimana ia mengakui bahwa semua program investasi yang dijalankan adalah bodong, dan berjanji secara tertulis akan mengembalikan uang saya dalam 2 bulan (tidak saya terima sampai hari ini, tahun 2021) dan akhirnya saya melaporkan dennis ke polres jaksel setelah mengetahui ada korban lain (Mas R).

Saya paham apa yang saya dan korban lain alami datang salah satunya dari keteledoran kami, dan kami harap masyrakat dapat belajar dari kasus kami dan berhati hati dengan Dennis Adriansyah Ramadhan.

Leave a Comment